Penyakit sendi tidak hanya dialami oleh lansia. Banyak orang usia muda mulai merasakan nyeri sendi akibat penuaan dini. Kondisi ini ditandai dengan sendi kaku, bunyi “krek”, nyeri saat bergerak, dan mudah lelah. Penyebabnya beragam, mulai dari pola hidup tidak sehat, kurang gerak, berat badan berlebih, hingga aktivitas fisik yang terlalu berat.
Berikut Cara Mengatasi Nyeri Sendi Di Usia Muda
- Kurangi peradangan
Istirahatkan sendi yang nyeri dan hindari aktivitas berat berulang. Kompres hangat bisa membantu melancarkan aliran darah dan meredakan kaku, sedangkan kompres dingin bermanfaat saat sendi terasa bengkak. - Aktivitas fisik ringan
Gerakan sederhana seperti jalan kaki, peregangan, atau senam sendi membantu menjaga kelenturan dan mencegah sendi semakin kaku. Hindari terlalu lama duduk atau diam karena bisa mempercepat kerusakan sendi. - Jaga berat badan ideal
Berat badan berlebih memberi tekanan ekstra pada sendi, terutama lutut dan pinggul. Dengan berat badan yang lebih seimbang, beban sendi berkurang dan proses pemulihan berjalan lebih baik. - Pola hidup sehat
Pola hidup sehat dapat dimulai dengan tidur cukup, minum air putih yang cukup, dan mengelola stres. Jika dilakukan secara rutin, langkah-langkah ini membantu memperlambat penuaan sendi, mengurangi nyeri, dan mengembalikan kenyamanan bergerak dalam aktivitas sehari-hari. - Pemenuhi nutrisi sendi.
Sendi membutuhkan glukosamin, kolagen, dan mineral yang cukup untuk memperbaiki bantalan sendi yang mulai menipis. Semua itu terkandung dalam Maduga. Konsumsi maduga setiap hari untuk mengatasi nyeri sendi, perbaikan jaringan sendi, dan mengatasi radang sendi.
![Nyeri Sendi Karena Penuaan Dini, Ini Solusinya. [Waktu Baca 2 Menit]](https://maduga.com/wp-content/uploads/2026/02/nyeri-sendi-dini.jpg)